Program Studi Fisika, Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) Universitas Brawijaya (UB) menyelenggarakan kegiatan penguatan kapasitas akademik melalui kuliah tamu bertajuk “Sekelumit Tentang Material Kuantum”. Kegiatan ini merupakan wujud nyata Kemitraan pendidikan yang strategis antara institusi pendidikan tinggi dengan lembaga riset nasional. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada kebutuhan mendesak untuk menjembatani kesenjangan antara teori fisika murni dengan aplikasi teknologi material maju di industri, guna memastikan lulusan memiliki daya saing tinggi dalam ekosistem riset global.
Kegiatan ini bertujuan untuk merumuskan pemahaman komprehensif bagi sivitas akademika mengenai konsep dasar dan perkembangan mutakhir dalam penelitian material kuantum. Selain itu, program ini dirancang untuk memfasilitasi transfer teknologi dari peneliti senior ke lingkungan kampus, memperluas jejaring profesional anggota Physical Society of Indonesia (PSI), serta menginspirasi mahasiswa dalam mengeksplorasi potensi material dua dimensi seperti graphene untuk inovasi masa depan.

Kuliah tamu dilaksanakan secara tatap muka pada Selasa, 4 Agustus 2026, berlokasi di MC 1.1 (Banquet Room). Pelaksanaan kegiatan ini mencakup 4 jam layanan (service hours) yang intensif, dimulai dari sesi pemaparan fundamental hingga diskusi teknis mengenai penurunan kurva dispersi pada model potensial periodik. Peserta diajak mendalami manipulasi geometri material melalui simulasi pengaruh medan listrik, medan magnet, dan regangan mekanik secara mendalam.

Program ini berhasil melibatkan 12 dosen dan 8 mahasiswa sebagai tim pelaksana, dengan total 30 mahasiswa dan dosen sebagai peserta aktif. Data evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman teknis peserta sebesar 35% terkait parameter fisis material kuantum. Selain itu, kegiatan ini berhasil memetakan 5 potensi aplikasi teknologi berbasis spintronika dan komputasi kuantum yang relevan bagi mahasiswa. Dr. Gancang Saroja, S.Si., M.T., dalam testimoninya menyatakan, “Kolaborasi berkelanjutan antara akademisi dan lembaga riset seperti BRIN merupakan pilar utama dalam menciptakan pendidikan terjangkau dan berkualitas tinggi bagi mahasiswa di masa depan, sekaligus memastikan pertukaran pengetahuan terjadi secara masif demi kemajuan sains nasional.” Hasil ini memberikan fondasi kuat bagi pengembangan kurikulum berbasis riset.
Kegiatan ini berkontribusi langsung pada SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), khususnya Target 17.6 mengenai peningkatan kerja sama internasional dan regional di bidang sains, teknologi, dan inovasi. Melalui kolaborasi berkelanjutan dengan BRIN Research Center for Quantum Physics, UB berhasil mengimplementasikan pertukaran pengetahuan yang efektif. Selain itu, sinergi ini mendukung penyediaan pendidikan terjangkau bagi mahasiswa untuk mengakses kepakaran kelas dunia tanpa kendala biaya. Program ini juga membuka peluang pelatihan guru di masa depan melalui diseminasi hasil riset ke tingkat pendidikan menengah, memperkuat ekosistem pendidikan secara holistik bersama mitra strategis lainnya.
